Harus Ekstra Waspada di Fase Kedua

besoklusa.one – Ada tiga fase utama penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang perlu diwaspadai. Pasalnya, tanda-tanda DBD sanggup berkembang bersama dengan cepat dan berisiko menyebabkan komplikasi serius.
Menurut dokter spesialis penyakit di dalam RS EMC Cikarang, Patriotika Ismail, DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
“Memahami tiga fase demam berdarah sanggup membantu Anda mengenali kapan perlu langsung melacak pertolongan medis,” tulis Patriotika di laman EMC dikutip Selasa (18/3/2025).
Ketiga fase itu adalah:
Fase 1: Fase Demam
Fase awal DBD ditandai bersama dengan demam tinggi secara tiba-tiba, sering kali capai 39–41°C, yang terjadi selama dua hingga tujuh hari.
Demam ini kebanyakan tidak disertai tanda-tanda pilek atau batuk yang khas terhadap infeksi virus lainnya. Selain demam, pasien juga sanggup mengalami sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, kelelahan, dan juga mual dan muntah.
Pada fase ini, banyak orang mengira bahwa demam yang dialami cuma demam biasa atau flu. Oleh sebab itu, penting untuk mengkaji tanda-tanda lain yang terlihat bersamaan. Jika mengalami demam tinggi tanpa penyebab jelas, terlebih di tempat yang rawan DBD, langsung periksakan diri ke dokter.
Fase 2: Fase Kritis
Setelah sebagian hari mengalami demam, suhu tubuh sanggup tiba-tiba menurun hingga di bawah 38°C.
Penurunan ini sering kali menyebabkan pasien mulai lebih baik, agar banyak yang mengira dirinya sudah sembuh. Padahal, fase ini justru merupakan fase paling beresiko di dalam siklus DBD.
Pada fase kritis, pembuluh darah mengalami kebocoran, menyebabkan penumpukan cairan di rongga tubuh layaknya paru-paru dan perut. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
Mimisan atau Gusi Berdarah
Mimisan dan gusi berdarah terjadi akibat penurunan trombosit yang menyebabkan problem pembekuan darah. Jika perdarahan makin sering atau parah, pasien perlu langsung meraih pemeriksaan medis untuk menahan risiko syok dengue yang berbahaya.
Munculnya Bintik-Bintik Merah di Kulit
Bintik merah terlihat akibat pecahnya pembuluh darah kecil sebab rendahnya trombosit. Bintik ini tidak hilang kala ditekan.
Jika jumlahnya makin tambah atau disertai perdarahan lain, pasien perlu langsung di cek oleh tenaga medis agar meraih penanganan yang tepat.
Nyeri Perut Hebat
Nyeri perut sanggup terjadi akibat kebocoran plasma darah ke rongga perut atau pembesaran hati. Jika nyeri makin tambah parah, terjadi lama, atau disertai muntah, pasien perlu langsung meraih perawatan di tempat tinggal sakit agar tidak mengalami komplikasi.
Muntah Terus-menerus
Muntah berulang sanggup menyebabkan dehidrasi dan problem keseimbangan cairan di dalam tubuh. Jika terjadi lebih dari tiga kali sehari dan menyebabkan pasien sukar makan atau minum, langsung cari pertolongan medis agar mendapat cairan pengganti.
Sesak Napas atau Tubuh Terasa Sangat Lemah
Sesak napas terjadi akibat akumulasi cairan di rongga dada atau tekanan darah yang turun drastis. Jika disertai kelemahan ekstrem, langsung cari pertolongan medis untuk menahan keadaan yang lebih serius.
Jika tidak ditangani bersama dengan baik, fase ini sanggup berkembang jadi syok dengue, yang berpotensi menyebabkan kegagalan organ dan bahkan kematian.
“Oleh sebab itu, terkecuali Anda atau orang paling dekat mengalami tanda-tanda ini, langsung cari pertolongan medis,” saran Patriotika.
Fase 3: Fase Pemulihan
Jika pasien berhasil melalui fase kritis, mereka bakal memasuki fase pemulihan yang terjadi lebih kurang 48 hingga 72 jam.
Pada fase ini, kebocoran pembuluh darah mulai membaik, cairan tubuh yang hilang lagi ke sirkulasi, dan keadaan pasien perlahan-lahan membaik.
Pasien yang memasuki fase ini bakal mengalami peningkatan nafsu makan, tubuh mulai lebih bertenaga, dan frekuensi membuang air kecil yang lebih sering. Namun, penting untuk tetap mengkaji hidrasi dan asupan nutrisi agar proses pemulihan terjadi optimal.
Kapan Harus ke Dokter?
Pasien perlu langsung melacak pertolongan medis terkecuali mengalami tanda-tanda berikut:
-Demam tinggi tanpa penyebab yang paham selama lebih dari dua hari.
-Muncul bintik merah terhadap kulit atau perdarahan dari hidung dan gusi.
-Nyeri perut yang hebat atau muntah terus-menerus.
-Tanda-tanda dehidrasi layaknya bibir kering, urine sedikit, atau lemas ekstrem.
“Mengenali tiga fase DBD dan tanda-tanda bahaya sanggup membantu Anda mengambil tindakan yang tepat dan menjauhi komplikasi serius. Jika mengalami tanda-tanda yang mencurigakan, langsung konsultasikan bersama dengan tenaga medis untuk meraih diagnosis dan perawatan yang tepat,” tutup Patriotika.