Mengenal Spasmodic Dysphonia

besoklusa.one – Kabar tidak cukup mengasyikkan ada berasal dari penyanyi, Nadin Amizah. lewat akun Instagram pribadinya @cakecaine, ia membagikan cerita bersangkutan situasi kesehatannya.
Cerita yang ia unggah pada Kamis, 8 Januari 2026, menampilkan surat medis yang menjelaskan bahwa dirinya didiagnosis spasmodic dysphonia. keadaan ini jadi jawaban dari kemampuannya dalam bernyanyi yang mengalami kendala keliru satu tanda-tanda yang paling kerap ia rasakan adalah suara yang gampang selip atau terdengar fals. lebih-lebih antara lagu-lagu yang sebelumnya gampang ia bawakan.
Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), spasmodic dysphonia adalah problem yang berjalan di area laring. situasi ini disebabkan oleh otot-otot yang datang di pita suara mengalami gerakan tiba-tiba sampai menyebabkan getaran.
Gerakan tidak terkontrol atau spasme tidak hanyalah berlangsung pada laring, situasi ini terhitung akan terjadi pada mata, wajah rahang, bibir, lidah, leher, lengan, bahkan kaki.
Pada seseorang yang didiagnosis spasmodic dysphonia, gejala yang sering terjadi adalah suara terputus-putus, tegang, serak, atau berdesis. didalam masalah keparahan yang tinggi, kram bakal berlangsung tiap-tiap kata kala seseorang berbicara.
Spasmodic dysphonia mencakup ke didalam problem yang parah langka, dan berlanjut selama hidup seseorang. problem pita suara ini terhitung dapat berkembang secara tiba-tiba, baik bersama dengan tanda-tanda enteng maupun tanda-tanda yang parah.
Meski dapat menyerang siapa saja, masalah ini paling sering ditemukan pada orang berusia antara 30 dan 50 th. Dibandingkan lelaki perempuan cenderung lebih sering mengalami spasmodic dysphonia.
Jenis-Jenis Spasmodic Dysphonia
Spasmodic Dysphonia Adduktor
Jenis ini adalah yang paling lazim berjalan pada gangguan ini, getaran yang berlangsung mampu mengakibatkan pita nada saling membentur dan jadi kaku. Oleh sebab itu, penderitanya seringkali ada problem berkata
Suara antara penderita akan terdengar normal kala kegiatan layaknya tertawa, menangis, atau berbisik. sesaat itu, kondisi akan jadi lebih kritis misalnya penderitanya mengalami stres berat.
Spasmodic Dysphonia Abduktor
Jenis ini merupakan jenis yang jarang berlangsung pada problem ini kram terjadi hingga mengakibatkan pita nada masih terbuka sehingga udara mudah terlihat masuk ketika seseorang bicara Akibatnya, suara kerap terdengar lemah dan serak.
Spasmodic Dysphonia Campuran
Jenis ini merupakan gabungan dari kedua tipe di awalnya namun sangat jarang berjalan hal ini sebab otot-otot pita nada terbuka dan tertutup supaya tidak bermanfaat bersama baik.
Penyebab Spasmodic Dysphonia
Spasmodic dysphonia dapat saja disebabkan oleh faedah abnormal di area otak yang disebut ganglia basal. Ruang ini membentuk mengoordinasikan gerakan otot di seluruh tubuh.
Sementara itu, antara studi teranyar ditemukan bahwa spasmodic dysphonia termasuk berkaitan dengan kelainan otak di area otak yang lain. keliru satunya adalah korteks serebral yang mengatur otot secara keseluruhan.
Dalam sebagian persoalan spasmodic dysphonia akan diturunkan di dalam keluarga. meskipun gen spesifik untuk keadaan belum akan diidentifikasi, mutasi antara gen yang mampu mengembangkan bentuk distonia sudah dikaitkan bersama spasmodic dysphonia.
Diagnosis spasmodic dysphonia seringkali susah ditunaikan karena gejalanya serupa bersama dengan problem nada lainnya. kebanyakan pemeriksaan dikerjakan dengan tahapan sebagai berikut:
-Dokter spesialis THT dapat memasukkan tabung kecil melewati hidung ke pembagian belakang tenggorokan. Prosedur ini dilakukan untuk mengevaluasi anatomi dan pergerakan pita suara selama berbicara.
-Kemudian, seorang pakar patologi berkata dan bahasa bakal menilai gejala dari keadaan suaranya.
-Selanjutnya, kontrol dapat dilaksanakan pakar neurologi bersama mengevaluasi beberapa ciri spasme dan masalah gerakan lainnya di otak.
Pengobatan yang tersedia untuk Spasmodic Dysphonia
Sejauh ini obat di dalam wujud konsumsi belum tersedia untuk spasmodic dysphonia. sedangkan hadir sebagian pengobatan yang dapat mengecilkan gejalanya.
Pengobatan yang paling umum dijalankan adalah menyuntikkan toksin botulinum atau botox dengan jumlah kecil ke otot laring yang terdampak.
Botox berikut bakal melemahkan otot bersama memblokir dorongan saraf ke otot. Suntikan ini dapat memperbaiki suara sepanjang tiga sampai empat bulan, sehabis itu suara ulang membaik.
Meski begitu, suntikan ini meresmikan dampak samping yang bikin nada terdengar lemah, serak, dan susah menelan. umumnya nada lagi membaik sehabis beberapa minggu. Suntikan ini lebih efektif untuk model spasmodic dysphonia adduktor dan abduktor supaya tidak membantu secara general.
Selain itu, terapi suara juga dapat terasa opsi penyembuhan pada gejala yang gampang Terapi dan suntikan bakal dikombinasikan untuk memperkecil ketegangan nada secara optimal. sebagian orang termasuk menggunakan perlindungan psikologis untuk menyeimbangkan kondisi mental mereka.
Pada tingkat keparahan khusus seseorang dapat gunakan perangkat bantu untuk bicara lebih-lebih beberapa tindakan konvensional layaknya pembedahan juga dapat menyembuhkan spasmodic dysphonia secara total
