Mudik Lebaran 2025 Lebih Ramah Perempuan

besoklusa.one – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi, menilai mudik Lebaran 2025 jauh lebih ramah perempuan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Mudik th. ini jauh lebih ramah bagi perempuan dan anak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saya lihat adanya ruang laktasi di rest area. Selain itu, ruang istirahat anak telah memadai baik, agar mereka dan ibu-ibu bisa beristirahat bersama nyaman sebelum saat melanjutkan perjalanan,” kata Menteri PPPA mengutip laman formal Kemen PPPA, Kamis (3/4/2025).
Menurut Arifah, ini adalah usaha pemerintah untuk mewujudkan Mudik Ramah Perempuan dan Anak (MRPA) bersama meyakinkan tersedianya layanan yang aman, nyaman, serta mencukupi kebutuhan tertentu perempuan, anak, lansia, dan difabel. Fasilitas tersebut mencakup ruang laktasi, area bermain anak, serta ruang kesehatan yang telah distandarisasi.
Arifah juga mengimbau para pemudik untuk menaikkan kewaspadaan pada anak peranan menahan kejahatan dan penculikan, membawa kebutuhan tertentu anak, serta meyakinkan kendaraan dalam situasi layak jalan. Terutama bagi yang memakai kendaraan pribadi.
Ia juga mengajak penduduk memakai layanan formal yang dihidangkan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Jika berlangsung kekerasan atau insiden lainnya sepanjang mudik, penduduk bisa segera melapor ke Layanan SAPA 129 atau posko pengaduan mudik terdekat,” tambahnya.
Ada Pos Kesehatan dan Pengaduan
Selain itu, Menteri PPPA mengapresiasi Jasa Marga yang telah sedia kan layanan ramah perempuan dan anak di sepanjang jalan tol Pulau Jawa. Seperti toilet bersih untuk perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas, serta pos kesehatan dan pengaduan.
Ia berharap, inisiatif ini bisa dicontoh oleh pengelola transportasi lainnya, juga di bandara, pelabuhan, stasiun, dan terminal.
Keterangan ini ia sampaikan sehabis lakukan peninjauan di Rest Area KM 57A ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Pelabuhan Merak bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (26/3).
Listyo mengungkapkan, rest area Kilometer 57 merupakan keliru satu rest area yang digunakan oleh penduduk dan dilengkapi bersama beraneka macam fasilitas.
“Tentunya kita menghendaki di rest area yang lain juga dilengkapi bersama layanan yang sama,” harapnya.
Tahun Ini, Masyarakat Terpantau Mudik Lebih Awal
Pada Rapat Koordinasi, pihak Jasa Marga menyampaikan, berlangsung peningkatan volume kendaraan pada H-10 sampai H-6 yakni sebesar 7 % penduduk telah mulai mudik lebih awal.
“Hal ini tunjukkan bahwa penduduk telah memakai layanan dari pemerintah mulai dari discount e-toll, discount lainnya yang diharapkan bisa menopang mengurai puncak arus mudik yang berlangsung pada H-3 atau tgl 28 Maret,” mengetahui Listyo.
“Polri juga telah menyiapkan beraneka rekayasa lantas lintas layaknya contraflow dan sekiranya dibutuhkan kita persiapkan skema oneway dan ganjil genap pada puncak arus mudik,” tambahnya.
Mudik 2025 Telah Dirancang dan Disiapkan Secara Matang
Setelah meninjau rest area, rombongan juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, melanjutkan kunjungan ke Pelabuhan Merak.
Pemantauan dijalankan peranan mengevaluasi kesiapan layanan yang tersedia, juga ruang bermain anak, ruang laktasi, serta toilet yang ramah bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Selain itu, dijalankan pemantauan segera pada arus mudik di pelabuhan yang menjadi keliru satu titik vital dalam perjalanan pemudik menuju Pulau Sumatra.
Menko PMK meyakinkan bahwa persiapan mudik telah berlangsung bersama baik melalui sinergi beraneka pihak.
“Persiapan telah matang. Kita telah menaikkan kerja serupa lintas sektor dan merancang perencanaan secara optimal. Saat ini, yang paling penting adalah mengawal implementasi secara rinci, lakukan pemantauan, serta merespons cepat beraneka rintangan di lapangan,” kata Pratikno.
“Dalam rapat koordinasi terbatas, semua pihak telah berkoordinasi untuk mengantisipasi beraneka barangkali yang bisa berlangsung sepanjang arus mudik,” pungkasnya.