Suka Sama Pasangan Orang Bisa Bikin Batin Tersiksa

besoklusa.on – Ketertarikan antara seseorang yang udah meresmikan pasangan kerap kali membuat batin tersiksa. Banyak orang jadi bingung, apakah mesti menekan perasaan itu atau membiarkannya berkembang.
Dari sudut pandang psikologi, perasaan ini kenyataannya normal dikarenakan ketertarikan adalah jatah alami berasal dari kehidupan manusia.
Menurut konselor kesehatan mental berlisensi Kristen K. Scarlett, jatuh hati pada pasangan orang lain tidak selamanya berarti datang kemauan tidak baik untuk menyebabkan kerusakan interaksi mereka.
“Mengembangkan perasaan puas antara seseorang adalah perihal yang wajar dan biasanya tidak berbahaya lebih-lebih dapat bikin hidup terasa lebih berwarna. tetapi tindakanlah yang dapat merugikan, lantas vital untuk mengakui perasaan itu dan mengendalikan asumsi supaya emosi tidak mencuri alih,” ujar Scarlett, dikutip dari marriage.com.
Perasaan suka persis pasangan orang sering kali menimbulkan konflik batin dikarenakan diduga tabu di masyarakat Rasa bersalah, cemburu, sampai frustrasi adalah emosi yang umum muncul di dalam keadaan ini.
Scarlett utamakan memiliki perasaan itu tidak persis bersama dengan bertindak supaya yang paling utama adalah bagaimana seseorang menyikapi emosinya.
Spektrum Emosi yang Terjadi
Memahami alasan di balik ketertarikan ini bisa membantu mengelola emosi bersama dengan lebih baik. bersama dengan begitu, perasaan tidak berganti mulai obsesi yang bakal merusak jalinan maupun kebugaran mental.
Menyukai pasangan orang lain sering sebabkan campuran emosi. sebagian di antaranya:
-Cemburu. Reaksi alami yang muncul gara-gara bertumpu mendapat perhatian, walaupun itu sekedar fantasi.
-Rasa bersalah. Perasaan ini kerap timbul karena stigma sosial yang menganggap fenomena berikut tabu.
-Euforia. Perasaan berbunga-bunga saat memikirkan orang yang disukai apalagi bisa sebabkan pelepasan dopamin di otak, zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang.
Kombinasi emosi ini dapat bikin keadaan menjadi rumit. sekiranya tidak dikelola bersama dengan baik, batin bisa jadi tersiksa.
Pentingnya Kesadaran Diri dan Batasan Moral
Scarlett meyakinkan bahwa perasaan bahagia persis pasangan orang tidak salah namun permasalahan keluar saat seseorang bertindak melampaui batas. jikalau mencoba merayu, berupaya mengatasi pasangan berikut atau bersikap terlampau intim.
“Masalah sebetulnya nampak ketika tindakan kami melampaui batas hingga mengganggu hubungan orang lain. dikarenakan itu, vital untuk membuka kesadaran diri dan menghormati batasan orang lain,” ujar Scarlett.
Dengan resmikan kesadaran diri, seseorang bisa mengelola perasaan bersama lebih sehat dan menghindari efek negatif, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.
Solusi sehingga Tidak Tersiksa
Jika perasaan bahagia terhadap pasangan orang lain konsisten berlanjut, hadir sebagian trick yang bisa dikerjakan untuk buat perlindungan diri dari tekanan emosional:
-Batasi jalinan mengurangi intensitas kedekatan bisa membantu meredam perasaan.
-Alihkan perhatian. isikan saat bersama dengan kesibukan yang buat suka layaknya olahraga, berkumpul bersama dengan teman atau mengejar hobi baru.
-Kelola anggapan Jangan biarkan fantasi menguasai emosi. Ingat bahwa melakukan tindakan melampaui batas bakal menyakiti banyak pihak.
-Cari pertolongan andaikan merasa berat, bicarakan bersama rekan dekat atau profesional agar mendapat perspektif baru.
Scarlett menambahkan,”Jika perasaan itu tetap berlanjut dan menyebabkan tekanan, ini bisa menjadi tanda untuk mengevaluasi kembali keterlibatanmu di dalam hidup mereka dan mencari langkah untuk buat perlindungan kesejahteraan semua pihak.”