Terapkan Layanan Darurat Berstandar Internasional

besoklusa.one – Untuk memberikan layanan darurat secara efisien, RSUD Dr Iskak Tulungagung telah meluncurkan prarawatan rumah sakit yang dikenal sebagai Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS).
“Unit Gawat Darurat di RSUD Dr. Iskak Tulungagung dilengkapi dengan prarawatan rumah sakit, yaitu Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS), yang memiliki call center di RSUD Dr. Iskak,” seperti yang dinyatakan di situs resmi rumah sakit.
Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangat penting karena berkaitan langsung dengan nyawa pasien. Dalam kondisi kritis, pasien berisiko mengalami kematian atau kecacatan jika tidak segera ditangani.
IGD RSUD Dr. Iskak Tulungagung mengimplementasikan TEMS dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu secara terintegrasi. IGD ini siap melayani 24 jam dengan tiga shift dan selalu terdapat dokter yang berjaga 24 jam setiap harinya.
Pelayanan IGD ini mengikuti standar internasional dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat, yang mencakup:
-Triase primer
-Triase sekunder
-Area non kritis (zona hijau)
-Area semi kritis (zona kuning)
-Area khusus asma
-Area kritis (zona merah)
-Ruang operasi
-Area emergensi psikiatri
-Ruang radiologi
-Ruang observasi intensif (ROI).
Sistem pelayanan IGD menggunakan Instalasi Kegawatdaruratan Modern (Instagram), yang menekankan pada kecepatan, ketepatan, dan akurasi dalam menangani kasus darurat melalui pemisahan tingkat kegawatan dengan metode zonasi.
Perkembangan Tulungagung Emergency Medical Services dari Tahun ke Tahun
Pada Januari 2016, layanan IGD ini diperluas dengan menambahkan pelayanan untuk Sindroma Koroneria Akut (SKA), suatu sistem pelayanan langsung bagi pasien yang mengalami serangan jantung.
Pada Agustus 2018, TEMS bergabung dengan Emergency Button PSC, sebuah aplikasi berbasis Android yang dikembangkan dari nomor telepon PSC (0355) 320119. Dengan tombol darurat ini, masyarakat cukup menekan tombol di smartphone selama satu detik, dan operator akan segera menerima serta merespons.
Sistem Double Triage Berbasis Bukti
Di IGD RSUD Dr. Iskak Tulungagung, diterapkan sistem triase ganda. Terdapat triase primer dan triase sekunder.
Triase primer berfungsi sebagai ruang untuk identifikasi cepat terhadap kegawatan yang membahayakan jiwa secara visual, yang dilakukan secara proaktif untuk semua pasien yang datang ke IGD. Identifikasi visual dilakukan oleh perawat triase primer yang cukup mengamati ekspresi dan kondisi sekilas pasien dengan memanfaatkan standing order.
Sementara, triase sekunder adalah ruangan untuk pemeriksaan dan identifikasi cepat terhadap ancaman jiwa pada pasien. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter dan perawat triase, setelah itu prioritas penanganan ditentukan berdasarkan model PAC (Kategori Keparahan Pasien) yang telah dimodifikasi.
Zona Pelayanan Pasien
Mengenai zona pelayanan pasien, zona ini digunakan untuk pasien dengan berbagai tingkat keparahan, yang dibagi menjadi tiga zona: hijau, kuning, dan merah.
Zona Hijau atau Green Zone diperuntukkan bagi pasien yang tidak dalam keadaan gawat dan darurat di IGD.
Sementara itu, Zona Kuning dipakai untuk pasien yang memerlukan observasi dengan batas maksimal 6 jam serta untuk ruang khusus asma.
Terakhir, Zona Merah adalah area yang memiliki prioritas tertinggi, di mana tindakan segera diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dengan waktu respons instan tanpa penundaan.
